Bangkitkan Motivasi untuk Meraih Kesuksesan

Resume Kedelapan Belajar Menulis Gelombang 15

Tidak ada profesi yang bisa diraih secara instan. Semua harus melalui proses panjang dan kerja keras.

Akbar Zainudin

( Penulis Man Jadda Wajada, trainer pengembangan SDM, Menulis dan Kewirausahaan )

Semangat pagi para pejuang literasi ……

Jumpa lagi dengan resume kedelapan, kali ini materinya tentang Berbagi Pengalaman mnerbitkan Buku   Semakin kesini materi dan narasumber semakin menarik dan kali ini materi akan dibawakan oleh seorang motivator dan penulis yang masih muda, beliau juga seorang santri lulusan Pondok Modern Darussalam Gontor, yaitu Al Ustadz Akbar Zainudin, MM.

Salah Satu Seminar Motivasi MJW

Dalam kondisi sakit yang belum sembuh saya menulis resume kedelapan ini, setelah membaca kalimat bernada motivasi dari mas Akbar Zainudin, saya merasa bisa melakukan ini semua karena kesuksesan itu memang harus diperjuangkan. Seorang trainer pengembangan SDM mampu membangkitkan semangat saya dalam mengikuti pelatihan Belajar Menulis di Whatsapp Group.

Video dari Youtube yang beliau share di grup wa mampu memanaskan semangat kami untuk selalu menggali ilmu dari narasumber yang kesekian kalinya kami ikuti.

https://youtu.be/-7E7q4I4-vU

Video itu menjelaskan dengan detail langkah-langkah menulis buku. Mas Akbar menjelaskan ada 6 langkah yang kemudian beliau ringkas materinya menjadi singkatan TOJTRP yaitu Tema, Outline, Jadwal, Tulis, Revisi, Penerbit.

TEMA

Langkah pertama adalah tema. Tentukan TEMA tulisan. Setiap buku harus punya tema besar, baik buku fiksi maupun non fiksi.

Tema akan menjadi rel yang mengikat kita dari awal tulisan hingga akhir. Tema ini satu saja, misalnya kerja keras, romantisme, cara belajar, dan sebagainya.

Selanjutnya beliau menerangkan bahwa kalau buku saya, kebanyakan adalah buku-buku motivasi. Kalau buku Asma Nadia, Novel. Ahmad Fuadi, Novel tentang pesantren dan kerja keras dan sebagainya.

Menurut mas Akbar, terkait dengan “branding”, kita berusaha untuk fokus menulis satu tema tertentu, agar kita dikenal ahli dalam tema tersebut. Kalau temanya berubah-ubah, nanti orang bingung, kita ini sebenarnya ahli dalam bidang apa?.

OUTLINE atau DAFTAR ISI

Kerangka karangan buku (outline) merupakan faktor penting dalam teknik menulis. Karena tujuannya untuk menentukan hal-hal apa yang ingin kita informasikan atau ceritakan dalam buku tersebut. Menurut Mas Akbar manfaat Outline adalah :

  • Agar tulisan kita terarah.
  • Bisa buat jadwal dan target.
  • Menghindari “ngeblank” pada saat menulis.
  • Agar bukunya selesai.

Bagi penulis buku non fiksi, outline  sangat diperlukan, karena outline inilah yang akan menjadi acuan sang penulis saat melakukan proses menulis buku. Outline diperlukan agar penulis bisa menulis buku dengan lebih terarah.

Memiliki outline akan memudahkan penulis, sebab outline ini bisa dipakai sebagai sebuah peta dari buku kita. Kita bisa tahu gambaran besar dari keseluruhan buku yang akan kita tulis.

Kita tahu apa saja yang akan dibahas di bab 1, 2, 3, dan bab-bab lainnya. Ketika kita mengalami kemacetan di salah satu bab, kita dapat melangkahi bab tersebut dan mencoba mengerjakan draft bab lainnya. Dengan demikian, kita tidak akan terhambat menulis buku dalam waktu yang lama (penerbitdeepublish.com)

Cara Mengembangkan Outline

BUKU NON FIKSI

Beliau menjelaskan tentang cara mengembangkan daftar isi/outline jenis buku non fiksi dengan menerapkan konsep dasar 5W dan 1H, yaitu:

  • WHAT. Terkait mengenai pengertian, definisi, pembagian, jenis-jenis, dan sebagainya. 
  • WHY.   Berisi tentang alasan (mengapa) buku ini ditulis, apa tujuannya dan amanatnya.
  • HOW.   Berbicara tentang bagaimana, tips and trick, strategi, langkah-langkah, dan sebagainya. 
  • WHERE dan WHEN bisa tidak digunakan. 

BUKU FIKSI

Berbeda dengan outline buku non fiksi, konsep dasar yang digunakan adalah:

  • Who atau Siapa, tentang siapa saja tokoh-tokoh yang akan menjadi bagian dari cerita.  
  • Karakter, menggambarkan profil setiap tokoh dengan sifatnya masing-masing. 
  • Plot/Alur Cerita, menggambarkan alur cerita dari awal hingga akhir. Dari potongan cerita dan letak cerita emosionalnya.
  • Ending cerita, happy ending, sad ending, dan sebagainya.

Mas Akbar memberikan contoh ouline buku Man Jadda Wajada

Buku ini adalah buku dengan tema motivasi umum, motivasi hidup. Konsep dasarnya 5W dan 1 H

WHY

Mas Akbar memulai outline dengan WHY, karena terkait motivasi maka penjabaran tentang WHY bisa dideskripsikan sebagai berikut :

  • Mengapa motivasi itu penting dalam hidup.
  • Motivasi apa yang membuat orang tergerak untuk berubah.
  • Apa tujuan hidup seseorang?
  • Mengapa orang harus berubah?
  • Darimana perubahan itu bisa dimulai?
  • Apa saja yang harus diubah?

WHAT

Setelah WHY, hal kedua yang tergambarkan adalah WHAT. Hal-hal yang terpikir dalam kategori WHAT adalah:

  • Apa itu sukses?
  • Langkah-langkah apa saja yang harus dijalani agar kita bisa sukses?
  • Potensi diri, kelebihan dan kekurangan.
  • Memahami bahwa sukses itu bisa kita dapatkan.

HOW

Setelah WHY, hal ketiga yang dapat terjabarkan adalah HOW. kali ini HOW tentang bagaimana, strategi, langkah-langkah, tips & Trick, dan juga action. Penjabarannya sebagai berikut :

  • Bagaimana bermimpi besar.
  • Bagaimana membuat rencana (action plan).
  • Bagaimana berani memulai.
  • Menjadi kreatif.
  • Membangun momentum berubah.
  • Kapan harus memulai?

Jadwal Penulisan

Jadwal penulisan berkaitan dengan jumlah daftar isi yang sudah dibuat. Misalnya ada 30 judul artikel atau plot cerita, mulailah membuat jadwal secara riil. Anggap SAJA 1 tulisan jadwalnya seminggu selesai, buatlah jadwalnya dari 30 tulisan itu kapan mau diselesaikan.

Manfaat membuat jadwal penulisan , maka akan memudahkan kita untuk mengontrol dan mengevaluasi dari hasil tulisan kita.

Cara Membuat Jadwal

  • Buatlah tabel dengan 4 kolom, yang berisi No-Judul Artikel-Target Lama Menulis-Tanggal-Keterangan
  • Isi Nomer
  • Isi Judul Artikel
  • Perkirakan Berapa Lama (Berapa Hari) Artikel akan Ditulis
  • Buat sesuai dengan tanggal yang ada saat ini.
  • Isi Keterangan dengan apakah sudah selesai ditulis atau belum.
Contoh outline dan Jadwal Penulisan

Tuliskan

Langkah berikutnya adalah menulis sesuai dengan outline yang sudah disusun dan tentu saja harus disiplin menyesuaikan dengan jadwal. Sebagai penulis kita harus memiliki prinsip yaitu disiplin dan komitmen sehingga kedua hal inilah yang akan menentukan tulisan kita mau selesai atau tidak.

Hal yang perlu diingat adalah kita harus menulis dan menyelesaikan semua judul artikel terlebih dahulu. Jangan terpaku untuk satu tulisan sampai sempurna.

Revisi

Langkah berikutnya adalah merevisi tulisan kita kalau semua draft tulisan sudah selesai. Jangan terpaku hanya satu judul sampai sempurna. Kalau kurang-kurang sedikit, tidak apa-apa. Tahap pertama adalah menyelesaikan semua draft buku dan tahap kedua adalah revisi.

Hal-hal apa saja yang perlu direvis :

  • Data dan informasi yang kurang lengkap
  • Tata Bahasa
  • Gaya Tulisan, diusahakan gaya tulisan disamakan dari awal hingga akhir.
  • Judul-judul artikel. Buatlah judul-judul yang menarik.

Penerbit

Langkah terakhir adalah mengirimkan tulisan kita ke penerbit. Penerbit dengan bermacam-macam kualitas bisa kita pilih yang terpenting adalah percaya diri. Hal-hal yang menjadi pertimbangan penerbit ketika menerima tulisan kita adalah:

  • Bukunya laku atau tidak, hal itu menyangkut kebutuhan masyarakat pembaca. Semakin besar kebutuhan masyarakat akan buku yang kita tulis, maka peluang diterbitkan semakin besar. Karena itu, sebagai penulis, harusnya kita   memahami buku tersebut nanti siapa yang akan membeli, dan kira-kira siapa yang akan membacanya. 
  • Bisa membedakan buku kita dari buku sejenis. Sebagai penulis buku harus mengetahui kelebihan buku milik kita dibandingkan dengan buku sejenis.
  • Kegiatan yang bisa dilakukan untuk membantu memasarkan buku. Misalnya lewat iklan di Medsos, Seminar, Pelatihan, Diskusi buku, dan sebagainya.

Selama ini ada pertanyaan dalam benak penulis pemula saat mau mengirim karyanya ke penerbit. Apakah perlu membayar kepada penerbit? ternyat kita tidak perlu membayar ke penerbit, bahkan kita mendapatkan uang ROYALTI. Rata-rata royalti adalah 10% dari buku yang terjual.

Ada beberapa pesan dan tips dari narasumber sebagai penutup agar kita bisa menjadi penulis sukses, yaitu :

  • Menulis adalah tentang membuat hidup kita lebih hidup. Menulis adalah tentang bagaimana membangunkan semua potensi dalam diri secara maksimal.
  • Niatkan dan bangun komitmen bahwa kita akan memulai menulis. Agar diri kita lebih bermanfaat bagi diri kita, keluarga, anak didik, dan masyarakat secara luas. 
  • Tantangan terbesar itu dari diri kita sendiri. Semakin kita bisa mengalahkan diri kita, semakin cepat kita bisa menulis. 
  • Hilangkan semua kekhawatiran karena biasanya ada dalam pikiran. Kalau kita sudah melangkah, semua ketakutan dan kekhawatiran itu akan hilang. 
  • Kembali kepada niat diri sendiri. Apakah kita ingin membuat perubahan dalam hidup kita atau kita membiarkan waktu terus berjalan dan mengalahkan kita.
  • Tidak hanya membaca kesuksesan orang lain, tetapi saatnya menuliskan sejarah kesuksesan kita sendiri. 

Perjuangan itu akan terasa indah kalau terlihat hasilnya. Bahkan saat kita menikmati perjalanannya, keindahan itu sudah terasa. Sabar dan terus berjuang. Nanti juga suksesmu akan datang

(Akbar Zainudin)

Dari pemaparan materi mas Akbar Zainudin, kita bisa menyimpulkan bahwa kita harus sabar dengan semua proses yang kita lakukan karena proses adalah sebuah usaha dan Allah sudah mengatur semuanya percayalah semua akan menjadi indah pada waktunya.

Tentang NUR HIDAYATI

Seorang Tenaga Pendidik (guru) di SMA Negeri 3 Kota Tegal

12 Komentar

  1. Speechless.. mantap

  2. Semangat terus ya bu Nurhidayati

  3. Terima kasih mb Hayati sdh berkunjung

  4. Resumenya mantul…gaya penulisannya menarik, menginspirasi.

  5. Wah, lagi-lagi ilustrasinya menggungah jiwa. Saya sangat suka kalimat terakhirnya. Ada kata “kita” diulang hingga tiga kali, menegaskan bahwa saya tidak sendirian. Ada Anda, ada saya, ada kita. Siapa kita? Pejuang literasi.

    1. Terima kasih mas Susanto apresiasi dan suportnya ….

  6. Semoga cepat sembuh ya Bu . Walau sedang sakit ibu selalu bagus dalam menulis

    1. Terima kasih doanya mb imas ….apresiasinya ….salam literasi

  7. Allah selalu ada buat kita.. baguss bu nur, gambarnya TOP

  8. Alhamdulillah mantul Bu

  9. wuiiih, lengkap resumenya

  10. Setuju bu dg kalimat terakhirnya ….keren resume nya

Komentar ditutup.